Rabu, 06 Mei 2009

Peralatan Rock Climbing

Pada dasarnya, peralatan panjat tebing, tak jauh berbeda dengan peralatan kegiatan mountaineering lainnya, seperti caving, rapelling dan lainnya. Dimana ada beberapa alat yang berbeda bentuknya namun berfungsi sama.
Peralatan Dasar
Tali
Fungsi utama tali adalah untuk melindungi pendaki dari kemungkinan jatuh sampai menyentuh tanah (freefall). Berbagai jenis tali yang digunakan dalam panjata tebing. Tali yang umum dipergunakan adalah jenis statis, walaupun kadang dibutuhkan tali statis, seperti digunakan untuk jummaring dalm pemanjatan tebing-tebing yang sangat tinggi (multipitch climbing) lebih lengkap baca posting: Management Rope kategori; Basic Mountaineering
Karabiner
Adalah alat penghubung seperti pengait, umumnya dibuat dari bahan Alluminium Alloy. Karabiner sendiri mempunyai dua jenis yaitu karabiner yang mempunyai sistem penguncian (Locking Carabinner) atau screwgate dan karabiner tanpa sistem pengunci (Un-locking Carabinner) biasa pula disebut snapgate. Karena pengaruh penggunaan dan fungsinya, karabinerpun mempunyai bentuk yang bermacam-macam. Secara prinsip, dalam rock climbing karabiner digunakan untuk menghubungkan tali dengan titik pengaman (runners), sehingga karabiner dibuat kuat namun ringan.Umumnya karabiner yang sering digunakan adalah bentuk d shape untuk dikaitkan pada runner/hanger.
Rabbit Runner
Adalah adalah alat penghubung karabiner satu dengan lainnya dengan berbagai variasi ukuran panjang. Dua karabiner yang dihubungkan runner biasa disebut quickdraw.
Harness
Berguna sebagai pengaman tubuh pemanjat dan belayer. Harness yang umum digunakan adalah Sit Harness (harness untuk pinggang). Mempunyai dua jenis, yaitu yang bisa disesuikan ukuran pada lingkar pinggang dan paha (Udjustable Harness) dan ada yang bisa disesuaikan pada lingkar pinggang saja. (Non-adjustable Harness).
Non ajdustable harness ------- Ajdustable harness
Chock dan Cam
Adalah pengaman yang disisipkan ke rekahan, celah – celah, atau lubang pada permukaan tebing. Chock mempunyai berbagai jenis dan ukuran yang
dapat disesuaikan dengan bentuk rekahan atau celah pada tebing. Sedang cam mempunyai pegas yang dapat diminimalkan sudut mengembangnya pada celah. Dan mempunyai ukuran-ukuran yang berbeda pula.
stopper --------------- ballnuts ----------------hexentis
freinds ----------------- tricam
Belay Device
Alat pengaman seorang pem
anjat yang dikontrol oleh belayer, dengan memanfaatkan gaya gesek (friction) tali pada alat tersebut. Ada yang mempunyai self braking, yaitu dapat mengunci pergesaran tali jika terbebani. Alat inipun ada yang bisa berfungsi sebagai descender.
Petzl Grigri -------- KONG ghost ------- CASSIN piu'
SMC escape --- SALEWA G2 ------ stick ------ MAMMUT Bionic
Sepatu
Sepatu yang dipergunakan khusus untuk pemanjatan, dibuat berbeda dengan umumnya sepatu. Dibuat dengan sol yang lunak, dan dari bahan karet yang mempunyai daya rekat merekat pada permukaan tebing, sehingga meminimalkan terpelesetnya pemanjat. Ada juga yang dibuat dengan sol agak keras, umumnya dipakai memanjat tebing rlatif mudah, atau memakai tehnik jummaring pada tebing sangat besar atau tinggi.
Helm
Penggunaan helm sangatlah dianjurkan dalam pemanjatan, helm melindungi kepala dari serpihan atau batuan yang jatuh, juga bahaya lainn
ya. Helm yang baik adalah yang ringan namun juga kuat, umumnya dibuat dari bahan polycarbonate.
Chalk Bag
Sebuah tas kecil yang umumnya dipakai di pinggang bagian belakang seorang pemanjat, berisi bubuk magnesium, yang berguna menetralisir keringat yang keluar pada tangan dan kelembaban pada batu atau permukaan tebing.
Peralatan Lainnya
Disamping itu dalam pemanjatan mutipitch climbing dan aid
climbing, lebih banyak lagi peralatan yang dibutuhkan, misalnya diperlukan untuk menaikkan peralatan atau menambah ketinggian. antara lain:
Ascender
Merupakan alat mekanik Single Rope Technique (SRT) yang berfungsi menjepit (clamp) tali, dimana tak bisa bergeser ke bawah namun sebaliknya. Umumnya digunakan pemanjatan artificial. Ascender terbagi menjadi dua jenis yaitu yang mempunyai pegangangan (handle) atau kepalanya saja, atau biasa disebut clog.

Descender
Alat untuk turun dari suatu ketinggian, dengan memanfaatkan gaya gesek atau gaya geser tali terhadap alat tersebut (friction). Umumnya digunakan figure eight descender, namun bila j
arak turun sangat tinggi atau vertikal umumnya dipakai descender yang mempunyai sistem pengereman sendiri (self braking). baca; artikel Descendeur kategori; Basic Mountaineering


Hook
Berfungsi seperti pengait, namun bukan alat pengaman. Umumnya dipakai oleh seorang pemanjat sebagai pengaman sementara, yang dikaitkan pada cacat batuan (flakes). Dipakai pada pemanjatan dengan tehnik aid climbing.
Palu Tebing
Berguna untuk memasang piton atau membukanya. Adapula palu yang sudah dilengkapi dengan pemutar baut
Bor Tebing
Alat yang berfungsi seperti bor, bergu
na untuk mem’bor’ tebing dan memasang baut untuk menempatkan hanger (bolt hanger) pada permukaan tebing
Bolt Hanger dan Resin Anchor
Bolt Hanger
adalah pengaman tetap yang dipasang pada permukaan tebing yang telah dilubangi / dibor, diperkuat dengan baut tebing (bolt) sedang Resin Anchor dipasang pada permukaan tebing yang telah dilubangi dengan bor dan diperkuat dengan lem (resin glue)
Pasak Tebing
Pada umumnya piton dapat digolongkan dalam empat jenis, yaitu bong, bugabbos, Knife-Blade dan Angle. Merupakan pasak yang ditancapkan pada rekahan atau celah tebing. Karena disesuaikan dengan bentuk rekahan dan celah tebing, maka bentuk pitonpun bermacam-macam, antara lain;

lost arrow -------- universal-------- knifeblade
flat -------------- bong ------------ l shape
v shape ------------------------- soft
Etrier/Stirrup
Dibuat
dari webbing yang dibentuk seperti tangga, biasanya dig unakan untuk menambah ketinggian pada jalur pemanjatan yang sulit atau pemanjatan artificial, misalnya pada dinding yang menggantung (overhang)
Juga banyak peralatan lain yang sangat dibutuhkan dalam panjat tebing, seperti daisy chain, rivet, rurp dan lainnya (baca artikel; Istilah-istilah Rock Climbing pada kategori; Rock Climbing)

Senin, 04 Mei 2009

Erik "the blind climber" Weihenmayer

Meskipun orang-orang mengatakan bahwa ia tidak akan pernah
mampu melakukanhal-hal seperti yang dilakukan oleh orang -
orang lain, Erik Weihenmayer tidak memercayai vonis itu dan
menolak hidup dengan keterbatasan-keterbatasan.Setelah ber-
tarung dengan kebutaannya selama bertahun-tahun, Erik bela-
jar untuk menerima hal itu dan membuatnya sebagai bagian
dari kehidupannya. Ia berjuang untuk mengubah masalah menjadi berkat.
.

Pertama-tama ia bergabung dengan regu gulat di SMU, pernah menjadi
kapten danjuara gulat kedua di negara bagiannya. lalu diselingi dengan
memanjat tebing,meyelam dan lainnya. Berikutnya Weihenmayer mengambil
tantangan dengan mendaki gunung, sebuah hobi yang bahkan cukup sulit
bagi orang-orang yang penglihatannya sempurna.


Pada tanggal 25 Mei 2001, Erik Weihenmayer menjadi satu-satunya orang
tunanetra dalam sejarah yang dapat mencapai puncak gunung tertinggi
di dunia, Puncak Everest. Pada tanggal 20 Agustus 2008, ketika ia ber-
diri di puncak gunung Carstenz Pyramid di Papua, puncak gunung terti-
nggi di belahan Austral-Asia, Weihenmayer menyelesaikan perjuangannya
mendaki tujuh puncak gunung tertinggi di tujuh benua. Erik hanya di
ikuti oleh kurang dari 100 orang pendaki gumung yang berhasil mencapai
prestasi hebat ini. Tambahan pula, ia telah mendaki El Capitan, gunung
batu monolit granit yang curam setinggi 3300 kaki di Yosemite,dan juga
Lhosar,tebing air terjun dengan bekuan es setinggi 3000 kaki di daerah
Himalaya, dan tebing batu curam yang paling sulit dan jarang didaki se-
tinggi 17.000 kaki di Kenya.

Di dalam bulan September 2003, Erik bergabung dengan 320 bintang atlit
dari 17 negara untuk berlomba pada Primal Quest, petualangan dalam ber-
bagai jenis olahraga yang paling keras; 457 mil melalui Sierra Nevada,
sembilan hari, 60.000 kaki di antaranya melewati daerah pegunungan, dan
tidak ada waktu jeda.Dengan tidur hanya rata-rata dua jam perhari, Erik
dan timnya menerobos masuk garis finis di Danau Tahoe, yang menjadi sa-
lah satu dari 42 tim yang mencapai garis finish dari 80 tim yang mengi-
kuti start.

Setelah mencapai puncak Everest, sekolah "Braille Without Borders" bagi
para tunanetra di Tibet mengundangnya untuk mengajar para murid untuk
mendaki gunungdan tebing. Pengalamannya dalam banyak pendakian mendorong
semangat para murid tunanetra itu untuk mencapai keunggulan di bidang
yang jarang dimanfaatkan para tunanetra. Erik dan enam orang anggota
tim Everestnya pergi ke Tibet di bulan Mei 2004 untuk melatih para murid
di sekolah itu, kemudian di bulan Oktober di tahun yang sama ia mengajak
dan memimpin mereka untuk mendaki Rombuk Glacier di bagian utara Puncak
Everest. Meskipun mereka tadinya termasuk orang Paria, para remaja tuna
netra itu akhirnya berdiri bersama di ketinggian 21.500 kaki, lebih ti-
nggi dari tim tunanetra manapun dalam sejarah. Steven Haft,produser film
Dead Poet's Society dan film berkelas lainnya, mengabadikan pendakian
para tunanetra itu dalam film dokumenter dan mengundang tepuk tangan ke-
hormatan (standing ovation) dalam berbagai festival film di Toronto, LA
dan London. Film itu telah diputar di bioskop pada tahun 2007 yang lalu.

Sebagai bekas guru SMU dan pelatih gulat, Erik merupakan salah satu atlet
paling menakjubkan dan terkenal di dunia. Meskipun ia kehilangan pengli-
hatannya di usia 13, Erik telah menjadi pendaki gunung,pemain paraglider,
dan pemain ski, yang tidak pernah membiarkan kebutaannya menghalangi
semangatnya untuk mencapai kehidupan yang luar biasa dan memuaskan.
Prestasi pendakian gunung Erik telah menganugerahinya dengan penghargaan
ESPY, sebuah penghargaan dari majalah Time bagi seorang atlit terbaik di
tahun 2001.Selain itu ia mendapatkan kehormatan ketika namanya diabadikan
di "National Wrestling Hall of Fame", dan mendapatkan penghargaan ARETE
untuk prestasi atlit luar biasa di tahun itu, ia juga meraih penghargaan
"Helen KellerLifetime Achievement",dan penghargaan Casey Martin dari Nike,
dan penghargaan "Freedom Foundation's Free Spirit". Ia juga diberi kehor-
matan untuk membawa obor Olimpiade musim panas dan musim dingin.

Selain menjadi atlit kelas dunia, Erik juga menjadi penulis buku "Touch the
Top of the World", yang diedarkan di sepuluh negara dalam enam bahasa.Menu-
rut Publisher's Weekly, buku kenangan Erik itu sangat menyentuh hati dan
penuh petualangan yang luar biasa dan Erik mengisahkan kisah luar biasa itu
dengan penuh humor, kejujuran dan rincian yang hidup, sehingga buku itu
sangat memberi inspirasi dan dorongan semangat dan kekuatan. Buku itu juga
difilmkan dan ditayangkan di bulan Juni 2006.

Buku Erik yang kedua, "The Adversity Advantage: Turning Everyday Struggles
Into Everyday Greatness" yang ditulis bersama penulis laris dan guru di bi-
dang bisnis, Dr. Paul Stoltz, telah diedarkan di bulan Januari 2007 dan di-
terjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Penerbit Gramedia. Melalui keahlian
Paul di bidang ilmu Pengetahuan dan pengalaman Erik, buku itu membagikan tu-
juh "puncak" bagi peningkatan daya tahan menghadapi kesulitan dan membalik-
kan kesulitan menjadi bahan bakar yang tak pernah habis untuk bertumbuh dan
mencapai inovasi. Steven Covey, penulis buku terkenal, menulis kata pendahu-
luandi buku tersebut. Kisah Erik juga ditulis dalam majalah Time,
Forbes, dan Reader's Digest.

Film Erik yang mendapatkan penghargaan, "Farther Than the Eyes Can See", di-
beri peringkat "Duapuluh Paling Top"/Top Twenty dalam jajaran film - film
petualangan sepanjang masa oleh Men's Journal. Dengan meraih hadiah pertama
diantara 19 film dan dinominasikan untuk mendapatkan penghargaan Emmy, film
itu dengan indah menangkap perasaan, humor, dan drama dalam kisah pendakian
Erik yang bersejarah, selain meraih tiga gelar serba pertama oleh timnya;
tim pertama yang terdiri dari ayah anak yang sampai di puncak tertinggi,
orang paling tua pertama yang sampai di puncak tertinggi, dan tim pertama de-
ngan anggota paling banyak yang sampai di puncak tertinggi. Melalui film ini
telah terkumpul dan dibagikan dana sebanyak $ 600.000,- bagi organisasi-orga-
nisasi sosial.

Prestasi Erik yang sangat luar biasa telah membuatnya diundang dalam acara -
acara TV NBC; Today's Show dan Nightly News, Oprah, Good Morning America,
Nightline, dan Tonight Show, untuk menyebutkan beberapa di antaranya.
Wajahnya juga telah menghiasi halaman sampul depan di majalah Time, Outside,
dan Climbing Magazine.

Pada tahun 1999 Erik bergabung dengan Mark Wellman, orang lumpuh pertama yang
mendaki gunung El Capitan setinggi 3000 kaki, dan bersama Hugh Herr, seorang
cacat yang kedua kakinya diamputasi dan merupakan seorang ilmuwan di Harvard
Prosthetics Laboratory,* mendaki tebing setinggi 800 kaki di Moab, Utah.
Sebagai akibat keberhasilan mereka bersama, ketiganya membentuk organisasi
nirlaba "No Barrier" yang bertujuan mempromosikan gagasan-gagasan dan pende-
katan inovatif, serta teknologi yang membantu orang-orang cacat untuk menca-
pai kehidupan yang luar biasa dengan menyingkirkan segala penghalang dan
batas dari kehidupan mereka. Erik juga melayani di National Braille Literacy
Champion atas nama *American Foundation for the Blind*.

Karier Erik sebagai pembicara motivasi telah membawanya keliling dunia, mulai
dari Hongkong ke Swiss, dari Thailand sampai pertemuan puncak APEC di Chille,
selain di seluruh Amerika Serikat. Ia berbicara kepada banyak orang tentang
bagaimana meningkatkan daya juang melawan kesulitan (Adversity Quotient),
pentingnya tim yang saling terjalin erat, dan bagaimana menghadapi kesulitan
sehari-hari untuk mengejar impian anda. Semua pencapaian dan prestasi Erik
membuktikan kepada kita semua bahwa orang tidak perlu punya penglihatan yang
sempurna untuk mendapatkan visi yang luar biasa.

Minggu, 12 April 2009

Istilah-istilah dan peralatan dalam Rock Climbing

Aid Climbing ; Suatu tehnik memanjat tebing dengan menggunakan alat-alat untuk menambah ketinggian. Seperti ascender, tali statis, stirrup dan lainnya.
Cheater Stick ; Dapat secara kasar sebagi si tongkat curang. adalah sejenis pengait yang dapat dihubungkan dengan dengan runner/carabinner, dengan begini pemanjat dapat melewatkan beberapa pengaman tetap (hanger)

Chiken Bolt ; Baut yang ditempatkan oleh pemanjat awal, karena tak cukup berani memanjat suatu bagian tebing tertentu tanpa tambahan baut tebing.
Cow's Tail ; Sling web
bing atau prusik. ujung satunya dikaitkan pada harness, ujung lainnnya dapat dikaitkan pada runner/hanger untuk beristirahat
Daisy Chin ; Webbing sepanjang lebih kurang 1 m, yang dijahit dan mempunyai beberapa loop sepanjang selebar 5 cm. Berguna untuk membebaskan runner dengan mengaitkannnya pada runner. Kelebihannnya jarak dari runner, dapat diatur sesuai kebutuhan.

Expanding ; Bentuk permukaan batuan tebing, biasnya berupa serpihanyang meregang atau bergerak ketika pengaman yang terpasang terbebani
Hanging Belay : Mengamankan pemanjat secara menggantung, disebabkan karena tak adanya teras pada tebing

Hauling : Menaikkan atau menurunkan peralatan dengan sistem katrol menggunakan pulley. Biasanya dilakukan dalm multipitch climbing, setelah leader menyelesaikan satu tahapan pemanjatan
Jugging
: Umum disebut ascending /prusikking. Tehnik meniti tali dengan ascender.
Jump Testing : Metode menguji pengaman/runner yang telah terpasang. Caranya dengan menempatkan etrir/stirrup
pada pengaman, kemudian injak loop terakhir, sentakkan dengan lompatan-lompatan kecil
Manky/Dicey : Batu a
tau piton yang goyah dam membahayakan.
Pendulum : Gerakan mengayun secara horisontal. Umumnya untuk perpindahan dari sisi tebing ke sisi sampingnya, dikarenakan tak
ada lagi cacat batuan yang bisa dijadikan tumpuan pemanjatan.
Portaledge : Sejenis velbed, yang digantung pada pengaman/hanger. Berguna untuk beristirahat

Rivet : Sejenis sekrup dari baja, ditempatkan (diketuk dengan palu tebing) ke dalam lubang tebing yang datar, untuk menjepi rivet hanger. Lebih efesien dari baut tebing, namun tak cukup aman dan kuat
Rivet Hanger : Kabel
baja berbentuk dua loop yang menyilang, dikaitkan pada rivet (baut tebing)

Rurp : Singkatan dari Realized Ultimate Reality Piton. Sebentuk baja tipis sebesar perangko. Dipasang pada celah sempit dan dangkal.

Siege Tactic : Tehnik pemanjatan multipitch (banyak tahapan) menggunakan tali tetap (fixed rope). Pada sistem ini perintis jalur dapat turun dan bermalam. Lalu melakukan jugging/prusikking sampai titik terakhir yang dicapai, kemudian melakukan lead climber lagi.
Single Push
Tactic ; Kebalikan dari Siege Tactic, dimana pemanjat bermalam pada titik terkahir, lalu meneruskannnya
Stacking : Mengganjal /menumpuk beberapa piton, berlawanan arah. Ini dilakukan karena celah terlalu lebar untuk satu piton dan tak ada lagi titik yang dapat dijadikan tumpuan pengaman

Tag Line : Tali yang digunakan untuk mengendalikan haul bag (tas yang digunakan untuk membawa peralatan) saat melakukan tehnik hauling
Tension Traverse : Memanjat bebas ke arah samping dengan menegangkan (tension) tali panjat
Tie-Off : Webbing 0,5 inch yang dibuat lingkaran pendek untuk dikaitkan pada piton yang masuk seluruhnya ke dalam celah tebing. Sedang piton yang dilingkari disebut tied-off

Tenching : Membor atau memahat pada sudut tebing yang polos (blank) untuk menempatkan alluminium head atau copperhead
Zippering : Pemanjat terjatuh dan sebarisan pengaman/ runner tercabut atau terlepas dari posisinya

Selasa, 07 April 2009

Dasar - Dasar Panjat Tebing

Ada banyak hal yang penting ketika seseorang menjadikan panjat tebing sebuah hobby bahkan prestasi. Beberapa hal yang harus diketahui antara lain; Bentuk tebing, yaitu bagian tebing yang dilihat secara keseluruhan, mulai dasar sampai puncak. Bagian-bagian tebing antara lain:
Blank; bentuk tebing yang mempunyai sudut 90 derajat atau biasa disebut vertikal.
Overhang; bentuk tebing yang mempunyai sudut kemiringan antara 10-80 derajat.
Roof; bentuk tebing yang mempunyai sudut 0-180 derajat terletak menggantung.
Teras; bentuk tebing yang mempunyai sudut 0-180 derajat, terletak menjorok ke dalam tebing.
Top; bagian tebing paling atas yang merupakan tujuan akhir suatu pemanjatan.

Lalu ada soal permukaan tebing yang merupakan bagian dari tebing yang nantinya akan digunakan untuk berpegang dan berpijak dalam memanjat. Bagian ini dikategorikan menjadi tiga bagian yaitu:
- face ; permukaan tebing yang mempunyai tonjolan (ledges)
- slap/friction ; permukaan tebing yang tidak mempunyai tonjolan dan celah. Rata, dan mulus dan tak ada cacat batuan.
- fissure ; permukaan tebing yang berbentuk celah (crack) dari yang kecil sampai yang besar.

5 Komponen Dasar Panjat Tebing
Panjat tebing juga memerlukan tingkat fisik dan mental yang baik. Satu hal yang mungkin perlu diingat, bahwa dari satu sisi panjat tebing terlihatsebagai salah satu olahraga yang bersifat mental, karena menyelesaikan satu rute/problem anda harus membuat strategi penyelesain masalah dengan kombinasi tehnik yang baik, disisi lain karena posisi pemanjat yang menggantung dn arah gerak/posisi tubuh yang berlawanan dengan gaya gravitasi mereka perlu otot yang tidak lunak, yang ini bersifat fisik.
Komponen dasar dikategorikan dalam:
1. Komponen Fisik
Kekuatan
Kekuatan ini cakupannnya menyeluruh termasuk kekuatan tangan dan kaki (limp stregth) dan kekuatan tubuh (core strength), yaitu perut, dada, punggung dan pinggang.
Daya Tahan
Artinya kemampuan anda untuk memanjat rute yang panjang tanpa terlalu banyak berhenti/istirahat. tentunya ini sangat mendominasi para pemanjat multi pitch.
Kelenturan
Meskipun wanita pada umumnya tidak sekuat pria, namun ia amat menonjol dalam hal ini. Kelenturan akan menentukan apakah pemanjat dapat menyelesaikan satu rute tertentu atau tidak, jangan disepelekan. Selalu lakukan pemanasan kemudian melenturkan tubuh, sebelum memanjat. Kombinasi kelenturan dan kekuatan akan menjadikan alur gerak (fluidity) si pemanjat akan indah, mudah (padahal sulit) dan mengesankan.
2. Komponen Non Fisik
Mental dan Sikap
Keduanya harus positif. Keadaan mental akan menjelma menjadi sikap yang mempengaruhi keberhasilan suatu pemanjatan.
Tehnik
Jangkauannnya umum, bisa termasuk gabungan dari komponen fisik di atas. Tehnik-tehnik didapat dari proses belajar dan pengalaman yang tidak sebentar.