alnya. Akhirnya saya pergi ke toko outdoor untuk mengecek langsung dengan mata kepala sendiri. Kesan pertama yang saya dapat yaitu pertama alat belay ini lebih besar dari Grigri meskipun enggak jauh lebih berat. Dan kedua karena bentuk desain yang “lain daripada yang lain” membuat alat ini susah dipelajari penggunaanya tanpa pemahaman brosur instruksi tertulis yang disertakan. Enggak seperti alat belay keluaran baru contohnya Tranggo Cinch dan Faders SUM yang diliat sekilas kita bisa tau prinsip kerjanya enggak jauh berbeda dari Grigri meskipun kita masih harus tetep mengacu pada manual." Going To Be Real Mountaineer " U Must Have Good Body, Good Physic, Good Skill and Environment Knowledge.
Selasa, 02 Juni 2009
Belay Device - Sirius TRE
alnya. Akhirnya saya pergi ke toko outdoor untuk mengecek langsung dengan mata kepala sendiri. Kesan pertama yang saya dapat yaitu pertama alat belay ini lebih besar dari Grigri meskipun enggak jauh lebih berat. Dan kedua karena bentuk desain yang “lain daripada yang lain” membuat alat ini susah dipelajari penggunaanya tanpa pemahaman brosur instruksi tertulis yang disertakan. Enggak seperti alat belay keluaran baru contohnya Tranggo Cinch dan Faders SUM yang diliat sekilas kita bisa tau prinsip kerjanya enggak jauh berbeda dari Grigri meskipun kita masih harus tetep mengacu pada manual.Senin, 01 Juni 2009
Letusan Gunung Tambora
rjadi 11 April 1815 tersebut terasa hingga Musim Semi dua tahun kemudian, 1817. Bencana itu menyebabkan sekitar 150.000 orang menemui ajalnya. Kerugian miliaran rupiah berupa padi yang rusak dan kehancuran lainnya.Berdasarkan ilmu pengetahuan, ini gempa bumi biasa, tetapi mitos yang hidup di tengah masyarakat menyebutkan, musibah ini merupakan kemarahan Al Khalik atas perilaku rakyat Tambora.
Aneh benar, dari puncak gunung setinggi 3.960 m itu muncul tiga gumpalan api yang terpisah memuncak hingga tinggi sekali. Seluruh puncak gunung tampak segera diselimuti lava berpijar. Sebarannya meluas hingga ke jarak yang sangat jauh. Di antaranya, sebesar kepala, jatuh dalam cakupan diameter beberapa kilometer Pecahan-pecahan yang tersebar di udara telah telah mengakibatkan kegelapan total. Abu yang dikeluarkan begitu banyak, mengakibatan kegelapan total di Jawa yang jaraknya 310 mil (500 km). Abu ini mengakibatkan kegelapan total saat tengah hari. Menutupi tanah dan asap dengan lapisan setebal beberapa sentimeter, begitu Sir Stamford Raffles, Gubernur Jenderal Jawa, dikutip Stephen J.Spignesi dalam bukunya yang diterjemahkan Bonifasius Sindyarta, S.Psi, berjudul 100 Bencana Terbesar Sepanjang Masa.
Musim Dingin Nuklir
Spignesi (hlm. 103) menulis, salju mulai turun sekitar pukul 8 pagi – turun dengn deras dan gerimis hingga lewat pukul 14.00. Puncak-puncak gunung telah dimahkotai oleh salju pada setiap sisinya. Cuaca paling suram dan luar biasa yang pernah kusaksikan, begitu kesaksian Bennington, Vermont, petani Benyamin Harwood, dalam catatan hariannya awal bulan Juni 1816.
Selanjutnya Spignesi memaparkan, jika peluru kendali beterbangan dan kejadian yang tak terbayangkan terjadi, maka umat manusia tidak saja harus menghadapi kematian dan kehancuran yang telah diakibatkan oleh nuklir, tetapi juga harus (menurut berbagai ilmuwan termashur, termasuk Carl Sagan) menghadapi musim dingin nuklir.
Ledakan nuklir bisa menghasilkan temperatur berkisar antara 5.400 hingga 7.200 derajat Fahrenheit (2.980-3.980 derajat C). Hampir semua benda akan terbakar pada temperaturn ini. Jika materi yang terbakar itu bersifat organik (manusia, pohon), maka asap yang dihasilkan tebal dan tidak sehat bagi pernapasan. Mungkin tidaklah beracun. Jika materi yang terbakar itu plastik atau gelas, atau bahan kimia atau bahan sintetis, maka gas yang dihasilkan dan muncul dalam bentuk asap mungkin bersifat cukup mematikan.
Musim dingin nuklir – penggelapan dan pendinginan atmosfer di seluruh dunia – akan terjadi saat asap dari satu atau lebih ledakan nuklir. Menghalangi sinar matahari mencapai tanah, menyebabkan menurunnya temperatur secara drastis. Padi mati di mana-mana. Begitu pun halnya dengan cuaca aneh yang bisa berupa badai salju, musim panas, dan kabut tebal yang tercemar.
Musim dingin nuklir juga akan menghancurkan bentuk-bentuk kehidupan tak terhingga banyaknya, karena telah diperkirakan bahwa perang nuklir antara Amerika Serikat dan Rusia atau China akan membunuh paling tidak satu miliar orang seketika, maka musim dingin nuklir yang menyusulnya diyakini akan membunuh satu miliar lagi.
Pada tahun 1816 – setahun setelah letusan Gunung Tambora – bagian timur laut Amerika Serikat telah memperoleh kajian – dalam skala sangat kecil – tentang sesuatu yang berhubungan dengan musim salju nuklir saat daerah pesisir Inggris dan Atlantik menderita akibat satu tahun tanpa diselingi oleh musim panas.
‘’Mengapa pada bulan Juni (dua bulan setelah letusan) – seharusnya musim panas – salju telah turun di Connecticut?,’’ Spignesi bertanya.
Mengapa terdapat embun beku pada bulan Juli di New Hamshire? Jawabannya, karena Gunung Api Tambora yang terletak di Pulau Sumbawa di Indonesia telah meletus pada tahun sebelumnya, memuntahkan abu gunung api dalam jumlah terbesar ke udara, dalam sejarah. Membutuhkan 104 tahun bagi para ilmuwan untuk memahami kaitan yang terjadi. Pada tahun 1920 mereka akhirnya berhasil. Sejak saat itu, terdapat penjelasan bagi tahun tanpa musim panas – dan pemahaman baru dari efek yang bisa ditimbulkan oleh letusan gunung api terhadap cuaca bumi.
Gunung Menyusut
Setiap orang berpikir Tambora telah punah. Kenyataannya tidaklah demikian. Pada tanggal 5 April 1815, Goliath setinggi 13.000 ribu kaki (3.960) telah bangun. Ia mengeluarkan serangkaian suara gemuruh yang mengumandangkan kehadirannya, terdengar dalam jarak ribuan kilometer. Selama lima hari, gunung ini memuntahkan abu dalam jumlah yang mampu meruntuhkan rumah-rumah di Pulau Sumbawa karena bobotnya. Abu ini tebal. Tidak bisa ditembus oleh cahaya matahari. Penduduk di pulau ini bisa dikatakan tidak mampu melihat tangan di hadapan wajah mereka. Pada tanggal 10 April, tetusan ini memuncak dengan gumpalan api yang sangat besar. Ia membelit satu sama lain dan terjalin di atas gunung yang berpijar.
Kejadian ini diikuti oleh angin topan, yang mungkin serupa dengan fenomena meteorologis badai api -– topan api yang terbentuk dari kebakaran hutan yang sangat besar. Bagaikan sebuah mesin penyedot, kekacauan ini telah menyapu manusia, hewan, dan rumah, terbang ke udara. Makhluk hidup terpotong-potong dan terbakar. Benda-benda mati hancur dan tercabik-cabik menjadi potongan-potongan yang tak terhitung banyaknya.
Kekuatan letusan Tambora melebihi kemampuan gunung dan pulau di mana gunung ini berdiri. Saat gunung ini melepaskan berton-ton batu karang, lava, dan abu, gunung itu mutlak menyusut. Tinggi yang semula 13.000 kaki (3.960 m) menyusut menjadi 9.000 kaki (2.740 m). Ironisnya, permukaan pulau mulai naik, saat abu bertumpuk beberapa sentimeter. Abu yang memiliki kedalaman lebih dari tiga kaki (sekitar 90 cm), juga mengisap air di sekitar Sumbawa – dan menuntaskan karya pemusnahan Tambora terhadap manusia yang berada di dalam jangkauannya. Abu telah membunuh semua sayuran dan wabah kelaparan yang segera menyusul, digabungkan dengan epidemi kolera, telah menambah jumlah 80.000 kematian. Sebanyak 12.000 orang di antaranya menemui ajalnya seketika selama letusan.
Tahun Tanpa Musim Panas
Seorang pengamat letusan Tambora merenungkan, abu yang telah dikeluarkan gunung api ini, jika tersebar secara merata mungkin akan menutupi seluruh Jerman. Sebagian besar abu tidak jatuh ke tanah, tetapi tetap di atmosfer. Mulai berkelana ke seluruh dunia dibawa oleh angin.
Awan yang sangat besar ini telah menyebabkan turunnya temperatur bumi. Menyebabkan kehancuran padi musim panas yang mulai menguning di Eropa dan Inggris. Temperatur pada bulan Juni jauh di bawah normal, turut menyumbang kerusakan yang telah disebabkan oleh kekeringan berkepanjangan. Para petani mulai mengambil jalan dengan memberi makanan jagung yang bisa mereka panen pada ternak mereka agar tidak kehilangan ternak itu. Di Swiss , orang-orang yang kelaparan telah memakan anjing dan kucing yang sesat. Para petani New York terpaksa menggali tanaman kentang yang baru saja ditanam untuk memberi makan kepada keluarga mereka. Embun beku musim panas yang aneh telah membunuh padi segera setelah tanaman itu ditanam. Orang-orang mulai berburu raccoon (mamalia semacam kucing) dan burung merpati untuk dimakan. Kelaparan dan penyakit diperkirakan telah menambah jumlah korban meninggal nyaris sebanyak 50.000, pada jumlah kematian keseluruhan Gunung Tambora. Meski pada saat itu tak seorang pun yang memahami kaitan antara tanpa musim panas dan letusan gunung api yang jaraknya ribuan kilometer, dan meletus ratusan hari pada masa lalu ini. Meski mereka memahaminya, tampaknya para petani Inggris abad XIX yang pendiam dan tabah ini juga tidak percaya. Kini, kisah Gunung Tambora tidak sedahsyat letusannya dulu.
Tahapan Lead Climbing
a. mengamati lintasan dan memikirkan teknik yang akan dipakai.
b. Menyiapkan peralatan yang akan dibutuhkan
c. Untuk Leader, perlengkapan teknis diatur sedemikian rupa agar mudah untuk diambil / memilih dan tidak mengganggu gerakan. Tugas dari Leader sendiri adalah membuat lintasan yang akan dilaluinya dan pemanjat berikutnya.
d. Untuk Belayer, memasang anchor dan merapikan alat-alat. Tugasnya adalah membantu Leader baik dengan aba-aba maupun dengan tali yang dipakai Leader, Belayer juga bertugas mengamankan Belayer dari resiko jatuh atau yang lainnya, dengan langkah awal yaitu meneliti pengaman yang dipakai Leader.
e. Bila belayer dan Leader telah siap melakukan pemanjatan, segera memberi aba-aba pemanjatan
f. Bila Leader sampai ketinggian 1 pitch (tali habis) ia harus memasang anchor.
g. Leader yang sudah memasang anchor diatas, selanjutnya berfungsi sebagai Belayer untuk mengamankan pemanjat berikutnya.
Seven Summit Indonesia
Sumatera
Puncak tertingginya adalah puncak Gunung Kerinci dengan ketinggian 3.800 m dari permukaan laut. Gunung ini berada di perbatasan propinsi Sumatera Barat dan Jambi
Jawa
Puncak tertingginya adalah puncak Gunung Semeru dengan ketinggian 3.637 m dari permukaan laut. Gunung ini berada di propinsi Jawa Timur
Bali-Lombok-Sumbawa-Flores
Puncak tertinggi di kelompok kepulauan ini dipegang oleh puncak Gunung Rinjani dengan ketinggian 3.726 m dari permukaan laut. Gunungberada di propinsi Nusa Tenggara Barat
Kalimantan
Seharusnya puncak tertinggi di pulau ini adalah puncak gunung Kinabalu, akan tetapi berhubung puncak tersebut berada di negeri jiran Malaysia, maka tidak termasuk kedalam kelompok tujuh puncak tertinggi di tujuh kepulauan/pulau Indonesia. Untuk itu puncak tertinggi di pulau Kalimantan dipenggang oleh puncak Gunung Bukit Raya dengan ketinggian 2.278m dari permukaan laut. Gunung ini berada di perbatasan propinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
Sulawesi
Puncak tertinggi dipulau ini adalah puncak Pegunungan Latimojongdengan nama puncak tertingginya yaitu puncak Rante Mario dengan ketinggian 3.430 m dari permukaan laut. Berada di propinsi Sulawesi Selatan.
Maluku
Dengan puncak tertinggi nya Gunung Binaiya dengan ketinggian 3.027 m dari permukaan laut berada di pulau seram maluku.
Puncak tertinggi di pulau ini dipegang oleh pegunungan Jaya Wijaya dengan puncak tertingginya Carstenzs dengan ketinggian 4.884 m dari permukaan laut.
Saya mengenalkan konsep tujuh puncak di tujuh pulau/kepulauan utama
Indonesia ini dengan harapan teman-teman sesama mountaineer Indonesia juga bisa berbangga karena negara kita banyak sekali gunung-gunung yang bisa didaki dan memiliki pemandangan yang indah serta juga sisi petualangan yang tak kalah serunya. Mungkin dengan konsep tujuh puncak ini kita juga bisa lebih memajukan minat wisata petualangan di Indonesia.
Sudahkah anda mendaki ketujuh puncak tersebut?????
Gunung Berapi Baru di Indonesia
Direktur Pusat Teknologi Inventarisasi Sumber Daya Alam (PTISDA) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Yusuf S Djajadihardja, memperkirakan, gunung api ini memiliki ketinggian kurang lebih 4.600
Everest ; The Highes Burial In the World
Puncak Mount Everest terletak di negara Nepal dengan tinggi 29,035 feet (8,850 meter) dari permukaan laut. Gunung itu sendiri menjadi pembatas antara Nepal dan Tibet.
Suhu rata-rata tertinggi terjadi pada bulan mei 2008 yaitu minus 17 derajat Fahrenheit (minus 27 derajat Celsius) and kecepatan angin 51 mil (81 km) per jam.
Diwaktu lain sepanjang tahun, angin dapat berhembus dalam kecepatan badai 118 mil dan temperatur dapat jatuh sampai minus 100 derajat fahrenheit( minus 73 derajat celcius). Fakta tambahan yang lain adalah kurang dari sepertiga oksigen yang ada di udara dibanding dengan udara yang berada di permukaan laut.
Everest news memperkirakan, pada tahun 2004 lebih dari 2000 orang berhasil mencapai puncak, dan 189 orang mati ketika mencobanya. Jika anda adalah salah satu dari kurang lebih 150 orang yang akan mencoba untuk mendaki Mount Everest pada tahun ini, ada sesuatu yang pasti akan anda lihat sepanjang perjalanan - MAYAT.