Kamis, 27 Agustus 2009

The Alpine Butterfly

Oleh Pete Zabrok

Figure 1. Detail of the Alpine Butterfly
and Figure-of-8 knot combination.


Alpine Butterfly – Cara terbaik menyambung tali yang tergantung bebas.

Anda berada pada pitch pertama dari empat pitch di Tangerine Trip. Sebuah jalur A2+ yang terkenal di El Capitan, menjalar overhang di permukaan tebing bagian tenggara. Tak ada yang tersisa, tapi nikmati rappelling 350 kaki sampai lereng. Dengan beberapa keuntungan anda sampai di Degnan Deli sebelum menutup pemanjatan, kemudian kembali pada jugging yang ringan pada tali tambatan (fixed rope) and mengerek peralatan anda. Besok anda meluncur!
Anda ikatkan tali yang tertambat dengan simpul figure-of-8 standar dan meluncur ke bawah. Anda hampir dapat rasakan bir saat meuju ke bawah semakin dekat, tetapi terhenti di 200 kaki, saatnya melewati simpul (barangkali manuver tali yang pernah anda lakukan), anda menyadari bahwa anda telah menciptakan monster! tidak hanya simpul anda harus dilewati dengan sulit, ini juga akan menjadi masalah untuk menguraikannya setelah anda menggunakannya untuk mengangkat tas hauling anda ke atas di pagi berikutnya.
"Cara terbaik" akan menjadi suatu simpul dimana keduanya mudah dilepaskan, dan menyediakan kemudahan dan keamanan dari pemisahan titik penghubung untuk mencantolkannnya saat melewati simpul pada tali utama yang tergantung bebas (free-hanging fixed rope). Simpul apa itu? ini adalah Alpine Butterfly Knot, sama yang digunakan untuk menghubungkan suspension-point locker saat anda mengerek (haul) peralatan pada tali hauling.
Untuk menyambung tali menggunakan simpul Alpine Butterfly, pertama ikat bersama dengan threaded figure-of-8. Tinggalkan bagian ujung cukup panjang sehingga anda dapat mengamankan simpul dengan threading bagian ujungnya tadi dengan simpul delapan.
Sekarang ambil keseluruhan pemasangan tadi dan letakkan ini pada pertengahan Alpine Butterfly. Cara paling mudah adalah meletakkkan sambungan tali tadi pada permukaan datar. dan taruh dua gulungan padanya ke bentuk sebuah "delapan yang berdampingan ". Mengunci figure-of-8 di satu sisi ke delapan berdampingan (sideways eight), sementara yang dua ujung di sisi lain. Lewati simpul 8 memutari bagian atas ujung tali tadi, kemudian kembali di bawah dan ke atas melalui lubang di bagian tengah (figur 1).
voila! Sekarang anda menyambungkan dua tali tetap (fixed ropes) dengan simpul yang keduanya mudah diuraikan dan aman, ditambah anda meninggalkan loop clip-in pada pertengahan simpul dimana anda bias membackup diri saat anda melewati peralatan rappelling anda melewati simpul (figur 2)

Figure 2. Passing the knot (and untying it later)
is a breeze with the Alpine Butterfly.


Selasa, 25 Agustus 2009

Masa Depan Adalah Sekarang

The future is now
by Vince Anderson


Slimmed-down boots, bolted-on crampons, and welded-
o
n mono point heelspurs are
Mengatur kaki pada bidang Mixed Climbing

Bautkan. mulai dengan membaut crampon anda secara langsung ke sepatu . Ini akan membuatmu ringan dan banyak alat akurat untuk pengaturan kaki yang efektif di bagian tebing yang butuh tehnik tersendiri. juga, ini metode lebih aman untuk mengaitkan crampoon pada sepatu daripada sistem pemasangan normal- sangat penting ketika anda mengayunkan dari taji bagian tumit. idealnya, crampoon anda harus punya rel horisontal dan vertikal frontpoint - beberapa produsen sekarang membuat crampoon dengan dudukan bolt-on di pikiran. Mulai dengan memindahkan palang penyesuaian, bail depan, dan penjepit bagian belakang penjepit. Lubang bor, jika tidak ada, ada di rel. Sekarang potong tapak kaki karet dari alas kaki anda dan jajarkan crampon anda pada posisi yang diinginka di sol bagian tengah. Tandai lubang baut, bor, kemudian bautkan/ sekrupkan pada crampon.
Ambil istirahat. Untuk ketepatan paling baik dan sabuk pada betis, bila anda membautkan crampon anda lebih lebar pointd epan lebih kecil dari yang anda gunakan untuk trad climbing. Ini akan meletakkan titik kontak semakin dekat ke jempol kaki kamu dan pusat kaki anda. Akan tetapi, hati-hati untuk tidak meninggalkan cukup poin menonjol untuk penterasi pada es yang cukup memadai - sekitar satu inchi lakukan saja.
Pacu diri.. Gunakan sebuah poin depan dari krampon lainnya dan dapatkan ini dipaterikan ke terbalik di bagian dudukan belakang, sehingga ini titik sebenarnya kebawah saat anda menggantung seperti kelalawar. Sekarang anda dapat merebut pengait pada tumit di beberapa tepian tebing dimana anda akan tercantol dengan sebuah kapak es. Anda dapat juga menghempaskan tumit anda ke es untuk memperoleh "stick ". Jika tepi tebing terlalu sempit untuk kedua ujung kapak dan taji tumit sepatu, anda dapat sering mencantelkan taji di peralatan es bagian bawah -. Perhatikan ini bisa sulit membuat jangkauan jauh sementara pada sebuah penyantolan tinggi untuk tumit - Jika anda harus membuat gerakan besar, turunkan tumit dan gantikan dengan tangan anda
Kibarkan bendera. Pada daerah overhang, kurang pegangan(point) dapat didikte lebih sedikit pilihan untuk penempatan kaki yang aman. Sering, memanjat dengan satu kaki di dan kaki yang “ berkibar” di udara untuk keseimbangan adalah metode paling efisien, seperti halnya pada sport climbing. Gaya memanjat dinamis ini bertentangan pada gaya yang lebih lambat, banyak metode konservatif digunakan pada pemanjatan es tradisional. Akan tetapi, anda akan bisa melalui lintasan yang butuh power dengan cepat, menghematkan pemakaian alat yang harus anda jangkau di permukaan tebing.
Kokoh . Tidak seperti memanjat dengan sepatu untuk tebing, sulit untuk "rasakan" menggenggam tepat dimana anda berdiri. Pergerakan paling tipis mungkin bisa menyebabkan point depan kamu terpeleset. Untuk membantu menjaga kaki anda aman, atur kemantapan/kekokohan, bahkan tekanan di pijakan/genggaman dan putar kaki kamu sekecil mungkin

Sabtu, 22 Agustus 2009

Welcome to the Jungle (Gym)

By Krisitn Bjornsen


YOU FEEL EYES UPON YOU — is that panting you hear? You flee to the bouldering cave . . . but you’re cornered. Any second, the lone, roving male will pounce, turning your once-pleasant session into a socially awkward morass. To avoid such scenes, you visit the gym at weird hours, but even this doesn’t always work. However, there are some simple ways to repel the mack-inations of even the most persistent rock Romeos
Before you start, prepare to identify your foe. Five distinct species of male inhabit the rock gym: Skin Monkey (usually shirtless, aggro, and prone to grunting); Smarmot (an unctuous, PepĂ© Le Pew-like creature who uses pick-up lines like “Nice rack!”); Chigger (doesn’t take “No” for an answer); the Coach (sprays unsolicited “technique tips” that might make sense); and the bona fide Nice Guy, who wants only to climb and maybe meet someone. While this last type deserves friendly honesty (because, hey, the gym still beats the produce section, the bar, or — heaven forbid — The Sims for meeting people), the former four must be dealt with swiftly and decisively. I recommend the following seven tips. (Note to randy gym d00ds: these pointers will provide insight into how not to meet women.)
1. Evasive Maneuvers
With practice, you can learn to spot an incoming predator (you’ll likely smell the Axe Bodyspray, with nearby climbers scattering). Once alerted, activate your impenetrable “Estro-Shield,” in the form of several female friends, avoiding eye contact with your stalker as you immerse yourself in the group.
2. Dress for (No-Molest) Success
Wear actual clothing. That means no whale tail, “Juicy” short-shorts, or sports bras that could double as pasties. Basically, the only
visible jugs should be on the wall, and if you dyno, nothing should pop out. I know, I know: women should be able to show off their
bodies — this is the age of female empowerment, blah, blah, blah. . . . Ah, right, because when a girl stems while dressed like a Pussycat Doll, that’s just what guys are thinking: “Wow . . . she’s so empowered.”
3. Say Hello to My Little Friend!
Climb with a guy friend, especially a burly, angry-looking one — you know, the Tony Montana, protective-older-brother type. “I’ll often climb with a male friend, which usually keeps the creepy guys away,” says the trad climber LeeAnn Stevens, of Boulder, Colorado. “Although it does keep away the sexy, rugged ones, too
4. Authorized Personnel Only
Guard your safety zone. One tactic guys use to pierce your personal bubble is the Belay Loop Sneak: Casanova finishes a route using an autobelayer and unclips the carabiner from his harness. But rather than simply handing you the biner, so you can have a turn, he “helpfully” attaches it to your belay loop, his hand coming dangerously close to (even grazing) restricted areas. (Anecdotal evidence reveals that males only do this when the autobelayer awaitee is female.) The Belay Loop Sneak is not acceptable, and you should quickly intercept the carabiner or grabby hand with a swift, karate-chop motion. Same goes for the Chalk Bag Sneak and the ever-cheeky, figure-8-loosening Finger of Forwardness
5. Shrinkage
Outclimb them. This frightens away 98 percent of male suitors
6. Tell the Truth
Patent lies like “I got a man!” “I have SARS,” or ”¡Estoy loca!” will eventually be uncovered. Instead, just be blunt. At Yosemite’s Camp 4, where the horny-dude vibe is “worse than the gym,” says big-wall climber Lizzy Scully, “I generally just smile nicely at [my would-be suitor], reply to his questions with one-word answers, and then either walk away and find a friend or, as I did in one extreme case, say, ‘Excuse me, but I’m trying to climb. Please leave me alone.
7. Jock Block
Wear headphones, which act as a Do Not Disturb sign. If a roaming predator still attempts eye contact, look anywhere but directly at him (i.e., ‘What is that fascinating splotch on the ceiling?’). And, of course, avoid high-risk climbing times, such as student-discount night and “Swingers’ Sunday.”