Kamis, 10 Juni 2010

Hooking






















Hooking adalah tehnik pemanjatan pada aid climbing, hooking dilakukan dengan mencantolkan hook pada cacat batuan, misal flakes (rekahan), edge (tepi tebing yang datar namun berkuran kecil) dan lainnnya.

Pemanjat manapun yang telah banyak melakukan tehnik hooking dapat memberitahu anda ada sesuatu khusus yang tak dapat disangkal tentang menggantung dari sebuah pengaman baja seukuran kuku. apakah anda melakukan ini sekali atau seribu kali, thrill' sama.

tidak setiap tepian, flakes, atau lubang akan sama, anda butuh berbagai hook untuk keperluan pemanjatan. Jajaran hook standar terlihat seperti ini:

1 Cliffhanger (Black Diamond)

1 Hawk

2 talon (Black Diamond)

1 Hook ukuran menengah (Misal , Black Diamond Grappling atau the Pika Ibis

1 hook berukuran besar (Misal; Fish Captain Hook)

Susunan dasar ini akan membuat anda hampir meraih apa saja. Anda sering menghadapi seperti mundur kembali, jadi gandakan penggunaan hook. Talon (Black Diamond) terdiri dari tiga hook yang berbeda dibuat menyerupai tripod, jadi punya dua saja peralatan panjat anda pada dasarnya memberikan anda pengaman ganda pada tiga hook kecil.

Black Diamond -Talon


Racking. Sortir hook anda pada dua kelompok yang mirip dan bawa mereka di dua biner bandolier anda (alat untuk menggantungkan peralatan panjat yang diselempangkan pada bahu). Jangan pernah membawa semua hook anda pada satu biner.

Bila kamu mulai hooking, klipkan satu biner penuh dengan hook ke setiap aider (etrier) untuk durasi menyangkutkan seksi. ini meminimalkan pengaitan (klippng) dan melepaskannya, mengurangi kesempatan anda dari jatuh hook, dan memberikan anda bergerak secara efisien dari satu ke berikutnya.

Happy hooking. Sebelum anda mulai sesi hooking, dapatkan pengaman sebaik mungkin sebelum anda bergerak. Berikutnya, berdiri di anak tangga etrier teratas anda dan periksa apapun cacat batuan yang ada dalam jangkauan. Tentukan pilihan hook yang mana yang sesuai dengan cacat batuan. Anda akan menggunakan penempatan hook sebaik mungkin, sekalipun dangkal.
Bat Hooking. Lubang bat-hook - dangkal, bor/cungkil lubang sehingga bisa dicantolkan hook - biasanya menggantikan dowel (jenis pasak) atau rivet pada; pemanjatan big wall. Banyak pemanjat telah melakukan kecurangan untuk membantu gerakan hanya untuk menandai nanti dia telah melewati sebuah bat hook. Jaga pandangan anda untuk mengupas untuk lubang sangat kecil ini, khususnya di tempat yang yang terlihat kosong. Lihat dimana anda pikir anda akan mem-bor - inilah dimana anda biasanya menemukannya. Talon bekerja paling baik untuk lubang bat-hook.
Stepping Up. Jangan menghentak-hentak untuk mengetes penempatan hook! menerapkan terlalu banyak power dan hook dapat membengkok atau batu akan runtuh. Dengan hati-hati dan secara berangsur-angsur angkat tubuh anda ke hook. Bukan hal buruk anda melihat kea rah hook saat anda mengetesnya, tetapi kacamata pengaman berguna jika hook tercabut . Jika hook tidak terlepas setelah 10 detik, saya beri ini hentakan ringan dengan kaki saya. akhirnya, saya akan mendorong tubuh anda terhadap tebing dalam usaha membuat kemajuan apakah hook bekerja. Sekarang anda coba lihat apa yang dapat ditangani hook. ingat, bila berpindah dari satu hook ke lainnya, jaga berat di hook yang lebih rendah sampai anda siap mengaitkan pada penempatan baru. Jika anda telah tak membebani hook, ini mungkin terjatuh apakah anda siap atau tidak.
Metal Shop. Cliffhanger standar merupakan alat-alat terbaik untuk menyangkutkan (hooking) pada flakes yang tipis, tetapi versi "pointed" akan menggigit lebih baik di rekahan kecil. Anda dapat secara mudah meruncingkan ujung cliffhanger sampai ke sebuah titik tajam – hook pointed standar - atau anda dapat gunakan bagian penuh hook untuk merubah geometri hook sebelum membuat poin, menciptakan “hawk " salah satu hook favorit. Saya gunakan mesin gerinda, membentuknya dengan pelan-pelan, merendamya pada air dingin agar tak merusak kandungan bajanya.
Black Diamond - Cliffhanger
Ramping Up. Akhirnya anda mungkin menemukan bahwa anda menikmati tehnik hooking dimana anda mau berusaha pada jalur yang sungguh berat seperti Wyoming Sheep Ranch or Plastic Surgery Disaster.

Rabu, 09 Juni 2010

Apa sih Dyno's?

Dynos merupakan suatu gerakan menggapai suatu tumpuan tangan (point) dengan meloncat yang diawali dengan ancang-ancang untuk melompat. Umumnya dyno dilakukan ketika tak ada lagi point yang dekat dengan jangkauan, dan hanya dilakukan oleh pemanjat-pemanjat yang terlatih.

Minggu, 04 April 2010

Menggunakan 7 anggota tubuh pada Trad Climbing

Ini tujuh tips yang menunjukan pentingnya menjaga pikiran terbuka dan menggunakan apapun bagian tubuh, tak peduli bagaimana anda terlihat dihadapan orang

KEPALA
melintasi bagian roof dapat tersiksa dan aneh: kepala anda menyundul langit-langit, pantat keluar, dan tempat berpijak semua tampak sama dari ketinggian. Bisa saja anda dapat meringankan tangan anda dengan scumming bagian belakang kepala, leher, dan garis bahu menekan langit-langit dan tekan berlawanan kaki anda. banyak tergantung pada sudut roof dan pijakan, tetapi penekanan kepala sering berhasil untuk kompresi yang ekstrim.
Pemanjat-pemanjat juga menggunakan jamming kepala pada ukuran celah tak biasa. "sya menggunakan headjam/ face-smear kelompok untuk beristirahat sejenak saat memanjat di Maxilash, Vedauwoo 5.11a, " Kata Chris Weidner, pemanjat trad dari colorado. " pertama saya mengenakan helm saya, tetapi spade suatu titik hampir menggantung dari saya webbing pada dagu (chinstrap) tersangkut pada celah.


BAHU
Menekan dengan bahu juga sebuah kunci offwidth "hold" : " setelah Alex Honnold menyelesaikan monster offwidth - bagian dari free Rider, dinding Salathé, dan lain-lain. - dalam 15 menit, saya menjalani ini di toprope. . . setelah sejam-an, " kata Weidner, yang menekan bahunya ke tonjolan. " sekali saya aman, bahu kiri saya seperti terlepas, sama seperti pergelangan kaki saya dan lengan bawah.


SIKU
Siku ada bagian tubuh yang mengagumkan, tetapi di pegangan terakhir pada suatu sudut, ini dapat menjadi " penuntun" satu-satunya titik kontak. Membayangkan Lynn Hill, Scott Burk, Tommy Caldwell, and Beth Rodden di Nose' 5.14a Changing Corner (el Capitan) suatu versi dinding granit dari sebuah sudut yang menjorok ke dalam. Disini, Master El Capitan merapatkan ketiak melewati langkah pertama, menyiku, ke sudut yang tepat. Gagah, ya, dan namun tidak aman, tetapi dengan mencondongkan (dan membendung) dengan keras, pemanjat terlihat sperti "handhold sementara"


PINGGUL
Pinggul sangat membantu, kala mencoba melawan "barndoor" pada arĂȘte; bila mengangkat tubuh melewati tonjolan tebing. Memutar, anda dapat menggunakan pinggul anda dangan banyak cara, misal menekan bagian kecil "sisi pantat".


BOKONG
Pada celah chimney dan celah yang dalam diluar ukuran, bila anda mengganti ke gaya heel-toe , kemudian teman anda. Saya juga telah melihat pemanjat; bersandar menjalar pada tebing datar, bila mereka menemukan tebing atau tonjolan besar cukup menyandarkan satu atau kedua bokong. Bagian paling sulit adalah mengganti untuk duduk - walaupun anda dapat kadang-kadang mengunci tumit atau tumit depan ke arah dinding di bawah melawan goyangan.


LUTUT
Menekan dengan lutut adalah berita usang, tetapi merupakan trik yang bagus, khususnya untuk topout, menggunakan lutut anda pada pijakan, daripada langkah yang salah. Tempatan dengkul anda pada pijakan paling atas, kemudian ungkit lutut untuk mengangkat pinggul, bawa kaki bawah lebih tinggi dari anda, akhirnya, ganti dari kneehold ke foothold.


Kaki ke Atas
Pasti, kita semua menyukai menekan dengan jari kaki tetapi saya lebih mengusulkan sebuah gerakan yang membangun zona kaki yang sama (toebox top) tetapi dengan perbedaan penataan. Inilah caranya: cari pijakan besar, menonjol keluar; berdiri padanya. Sekarang, pindah ke posisi instepped (frogged-out) saat memutar ankle anda hingga kaki atas anda berganti menurun, toebox top anda menempel pada pijakan. Untuk kembali ke nyaman - lebih jauh anda bergerak, semakin sedikit anda memberatkan piton.