Selasa, 16 Juni 2009

Memanjat Tebing Miring

Tebing alam yang yang kita panjat enggak selalu 90 derajat vertikal. Tebing yang derajat kemiringannya lebih besar dari 90 biasa disebut SLAB. Tergantung dari jenis batu ditebing tersebut, untuk memanjat slab pada umumnya diperlukan banyak friksi atau kontak dari sebagian besar karet sepatu. Pada saat memanjat slab posisi badan harus cenderung tegak lurus yang memungkinkan pusat gravitasi yang jatuh (tekanan berat badan) sepenuhnya tertumpu pada bagian kaki yang menempel pada tebing. Kalo anda memanjat tebing slab dengan posisi badan anda paralel/ sejajar denga kemiringan tebing, anda akan mudah tergelincir dan jatuh. Posisi yang salah ini sangat populer dikalangan pemula dikarenakan rasa takut jatuh yang membuat mereka berpikir dengan memeluk/menempelkan badan ke tebing akan menyelamatkan mereka.

Sedangkan tebing yang kemiringannya lebih kecil dari 90 derajat biasa disebut OVERHANG kecuali Nol derajat kemiringan atau sepenuhnya horisontal disebut ROOF (atap). Untuk memanjat tebing overhang diperlukan kekuatan yang tinggi dan tehnik memanjat yang baik. Salah satu kekuatan yang penting yaitu core strength atau kekuatan otot-otot perut kita, kenapa demikian? Karena otot perut inilah yang diperlukan untuk menjembatani kekuatan tangan dan kekuatan kaki sehingga badan akan tetap dekat dengan tebing yang akan membuat kita lebih mudah untuk mengontrol keseimbangan. Untuk memperkuat otot perut ini sering-seringlah melakukan CRUNCH atau juga SIT-UPS, ini bagus supaya perut enggak buncit buanget (hahahahahaha)
Lebih bagus lagi kalo anda melakukan olah raga kelenturan dan kekuatan PILATES (seperti YOGA hanya lebih terfokus pada kekuatan otot perut).

Tip-tip dibawah ini bisa digunakan untuk memanjat tebing overhang:

1. Manjat dengan cepat. Saat anda memanjat tebing overhang kamu akan lebih cepat lelah dan akhirnya jatuh. Dengan memanjat cepat anda menggunakan energi se-efeektif dan se-efeisien mungkin. Ini bukan diartikan anda memanjat dengan kaku dan tidak beraturan. Memanjat dengan cepat artinya anda harus cepat dalam mengambil keputusan dimana anda akan menempatkan kakimu dan pegangan mana yang akan anda ambil berikutnya.

2. Pertahankan tiga titik kontak atau dalam bahasa inggris sering disebut “Three points of Contact”. Rumus ini udah bukan rahasia lagi dan dikenal sebagai aturan dasar memanjat tebing untuk para pemula. Kita punya empat titik kontak saat kita memanjat: 2 tangan dan 2 kaki. Pada saat kita melakukan gerak vertikal usahakan tiga titik tetap menempel yaitu dua kaki dan satu tangan, atau sebaliknya; dua tangan dan satu kaki. Artinya, kita memindahkan hanya satu titik kontak setiap saat kita bergerak. Kalau kedua kaki terlepas maka kedua tanganmu akan menahan berat badan sepenuhnya (seperti pada saat melakukan pull-ups) dan ini sangat melelahkan. Dan kalau kedua tangan terlepas pada saat memanjat tebing overhang maka anda sudah pasti bakal terjungkal dan melayang jatuh bo! Ngerti kan maksudnya?

3. Pada saat posisimu kukuh/solid (pegangan dan tumpuan kaki sangat bagus dan mendukung) istirahatlah dan lenturkan/stretch, goyang-goyangkan/shake tangan dan jari-jari anda supaya otot-ototmu lebih segar untuk mengeksekusi gerak selanjutnya. Untuk pemanjatan rute panjang anda harus pintar-pintar mengambil kesempatan untuk sering beristirahat.


4. Tetaplah fokus dan bernafas dengan baik!

Sabtu, 13 Juni 2009

Panduan Penggunaan Ascender/ Grab Rope

Ascender dan Peralatan Self-Belay:
Ascender: untuk pengggunaan teratur , memakai ascender adalah terbaik, tetapi untuk kejadian yang tak diinginkan dan menolong diri sendiri (self rescue) dari celah yang dalam (crevasse) dan lainnya, micro ascender murah dan sangat ringan. Tapi termurah dan paling ringan di pasaran sebagai ascender adalah tali prusik . Untuk memanjati free-hanging pada tali tetap (fixed rope), ascender perlu digunakan sepasang (walaupun tidak sejenis) dan minimnya, dua karabiner screwgate dan sling panjang juga diperlukan. Siapa saja memanjat dengan rute multi-pitched, dimana saja, kapan saja harus membawa dua tali prusik , sling panjang dan karabiner screwgate (dan tahu bagaimana cara menggunakannya), sebagaimana selalu ada resiko terjatuh dimana anda terayun bebas dari tebing, dan partner anda tidak bisa menahan anda, walau tali cukup panjang untuk menurunkan anda.
Self-Belaying: beberapa ascender dapat juga digunakan mengamankan pemanjat solo yang sedang memanjat dengan tali tetap, dan dapat digunakan untuk rappelling. Sayangnya tidak ada jawaban sederhana apa yang merupakan alat terbaik untuk self-toproping.
Petzl Shunt telah lama didukung oleh pemanjat-pemanjat Inggris untuk self-belaying dimana ia dapat bekerja rangkap sebagaimana berguna untuk mengamankan rappelling baik tali tunggal atau tali ganda, dan juga sebagai suatu ascender, dan autobloc dan dengan kekuatan 4.7 kn pada fallfactor 1 -
Alat buatan Petzl lainnya yang mereka rekomendasikan untuk self belaying adalah mini traxion. ini adalah lebih bagus daripada Basic, tetapi bekerja dengan cara yang serupa dengan spiky teth masih dapat dapat menyebabkan kerusakan tali.
Satu-satunya alat yang ditemukan dan sebagian orang merasa lebih baik daripada ini adalah sesuatu yang disebut Troll Rocker tetapi sebenarnya dibuat oleh ISC. Sayangnya ini berharga sekitar £80 setiap ecerannya, tidak mungkin terjual dibanding Shunt. Kelebihan dibanding Shunt, bahwa pengungkit internal ini tidak bisa ditekan dengan tak hati-hati, maupun terselip barang lain. Akan tetapi ini akan hanya digunakan untuk satu tali, dan tidak bisa digunakan untuk fungsi lainnya.
Akhirnya acungan jari harusnya diberikan untuk dua alat menghasilkan oleh Wren industries , AS, Soloist dan Silent Parnert, keduanya lebih baik untuk solo top-toper. sayangnya mereka tidak tersedia di Eropa karena tak punya kelayakan dari CEN, alat ini juga mahal.
Ini juga diimbangi penggunaan karabiner untuk memastikan menarik terus poros (seperti DMM Belay Master) untuk menghentikan cross-loading, walaupun Petzl mengatakan bahwa pada dasarnya digunakan karabiner oval untuk mini traxion.
Petzl -Shunt
Alat sangat berguna yang dapat dipakai untuk satu atau dua tali dan alat terbaik untuk melindungi rappelling. dapat juga diggunakan sebagai suatu ascender. Banyak digunakan untuk self-belaying walaupun ada beberapa bahaya dengan alat ini, terutama pada jalur overhange

Petzl - Basic ascender

sebagai ascender tetapi tanpa handle. dapat dipakai tali dari 8mm - 13mm. Sangat merubah versi asli/sebelumnya. Dengan berat 136g

Petzl - Croll asc
ender
Sebagai pengembangan Basic, tetapi dengan dilengkap titik pembelit tali diartikan selalu diatas perut. dapat menggunakan tali dari 8mm - 13mm. sangat merubah versi asli. Beratnya hanya 130g




Petzl - Handle asc
ender
Lebih dikenal sebagai jumar - sangat sederhana dan aman utnuk tehnik meniti tali (jummaring) tetapi berat untuk pemanjatan tipe alpin-climbing. salah satunya sering diperlukan meniti tali tetap (fixed rope) pada tehnik himalayan-climbing - dimana anda harus memilih Jumar kanan jika kamu kanan dan jumar kiri jika kamu kidal. dapat dipakai untuk tali dari 8mm-13mm. sangat agak merubah versi asli. Berat 169 g.

Black Diamond - nForce

Sebuah " jumar" dengan lubang untuk lebih besar daripada versi Petzl dan cocok untuk yang menggunakan sarung tangan tebal.
Dirancang untuk memberikan genggaman seterbaik mungkin di salju, tali kotor dan basah. Dengan pegenbangan banyak clamping kekuatan daripada desain konversional. Bukaan 360-derajatnya (clip-in poin) memberikan rotasi penuh mengunci karabiner.
Salah satunya sering diperlukan untuk meniti tali (jummaring) pada pemanjatan tipe himalayan. Dalam hal ini kamu harus memilih right-hand jika kamu kanan dan left-hand jika kamu kidal. Berat hanya 235g. Beratnya 165 g

Petzl - Mini-
traxion
Pulley dengan self-lubricating, tabung-bars, dan penjepit tali semua dalam satu alat, memberikan tiga cara berbeda cara menjalankan (pulley, progress capture pulley, ascender), membuat ini pasangan ideal untuk dinding besar (big wall). Gunakan ini untuk menarik beban ringan, self-belay, jummaring dan self-rescue.
bahkan bekerja pada tali yang beku atau tali penuh lumpur. Taji (cam) dapat mengunci di posisi terbuka sehingga alat dapat digunakan sebagai pulley sederhana.
Efficiency: 71%.
Menahan beban sebgai pulley hanya: 2.5 kN x 2 = 5 kN.
Kekuatan Pengereman sebagai pulley hanya: 10 kN x 2 = 20 kN.
Menahan beban sebagai self-jamming pulley: 2.5 kN.
Kekuatan Pengereman sebagai self-jamming pulley: 4 kN.
Untuk penggunaan tali dari 8 - 13mm diameter.

Petzl - Tibloc

Sangat ringan, sangat kecil, tidak ada bagian ascender yang ideal untuk tehnik alpin-climbing.Untu penggunaan di tali temali dari 8mm - 11mm. Tidak cocok untuk self-belaying. Degan berat hanya 39g.

Wild Country -
Ropeman
Ringan, sangat kecil, ascender yang ideal untuk pemanjatan alpine-climbing. Dirancang untuk tali 10-11mm walaupun sebagian dari orang telah menggunakan ini degan tali 9mm dan bahkan 8.1mm dengan sukses. dapat juga digunakan sebagai suatu autobloc untuk menurunkan dan menarik beban. Tidak cocok untuk self-belaying. Beratnya 62g.




Wild Country - Ropeman MkII

mirip dengan ropeman, tetapi dengan cam baja tahan-karat mengurangi pemakaian. dirancang untuk tali 8.5mm -11mm walaupun sebagian orang telah menggunakan tali 8.1mm dengan sukses. dapat juga digunakan sebagai suatu autobloc untuk menurunkan dan menarik beban. tidak cocok untuk self-belaying. berat 85gr.





Prusik Loops - Single 5mm Prusik Loop

Sepasang prusik loop digunakan dengan ditambah footloop diperlukan untuk meniti tali pada keadaan darurat. Mereka punya keuntungan dimana anda dapat melakukan rappelling jika kamu terjebak (stuck), dan ini sangat murah! panjang standar 1.5m untuk memberikan ujung yang cukup utnuk simpul double fisherman' . Akan tetapi, akan lebih berarti jika anda membuat salah satu dari dua prussik loop tadi lebih pendek sedikit yang kemudian anda dapat gunakan ini dengan aman sebagai suatu autobloc (hubungkan ke Harness pada bagian paha untuk perlindungan sendiri selama rappelling. untuk footloop, salah satu gunakan sling panjang, atau prusik 5mm yang akan terikat dengan sling panjang sama panjang (sekitar 2.5m) . Saya rasa prusik diameter 5mm terbaik untuk sling-prusik karena (itu) cukup menghimpit/mengklem tali, cukup kuat (lebih setengah ton statis), dan cukup ringan mengantung pada hareness setiap saat. Setelah ini, banyak pemandu pemanjatan merekomendasikan tali 6mm untuk prusik. Prusik loop tidak cocok untuk self-belaying.

Sabtu, 06 Juni 2009

Cara penggunaan beberapa alat belay/rappell (bag. 1)

Figure Eight

Umumnya bentuknya menyerupai angka 8. Namun beberapa produsen alat panjat mengembangkannya dengan berbagai model dengan berbagai kelebihan pula.Jenis alat ini paling banyak digunakan, karena se-tupnya yang cepat dan mudah dilepaskan. Namun penggunaannya juga perlu banyak kehati-hatian.



Belay Plate/ Spring Plate

Bentuk awal yaitu tanpa per (spring). dengan adanya per akan memberikan jarak antara karabiner dan plate tersebut yang akan membuat proses belaying jadi lebih mulus.



Trango Magic APD

Tak seperti alat device lainnnya Trango Magic APD berfungsi dengan sangat baik. sekilas bentuknya terlihat dari seperti Figure Eight Descender., tapi kegunaan utamanya sebagai sebuah pengendali belaying dan alat rappelling. Rongga bawahnya beroperasi seperti Kong Gi-gi atau Cassin 217. Trango Magic APD dapat dipakai dua jalur secara bersamaan. Magic APD lebih menguntungkan selama melakukan rappelling seperti halnya sebuah tuas untuk mengontrol laju turun. Tentu saja, Magic APD dapat digunakan layaknya Figure Eight untuk rappelling. Tapi ingat ketika melakukan rappelling Magic APD tak seberat dan setebal Figure Eight lainnya, jadi ia lebih cenderung lebih cepat panas.






Salewa Ants


Salewa Antz dipasang dengan menyelipkan lekukan tali ke sisi kiri lalu di klip dengan karabiner HMS melewati celah dan bight (lekukan tali) tadi. Karabinner dipasang sewajarnya. Tali untuk pemanjat, yang kemudian melewati lilitan pada batangan pembantu, dapat diatur dengan membiarkan karabiner bergerak ke kanan dan ke bawah. Ketika pemanjat terjatuh, Antz tertarik ke atas, dan karabinner HMS tertarik ke kiri, menghimpit tali diantara penghalang allumunium tang terletak di atas dan penggulung tali di bagian bawah.

Rappelling menggunakan Antz, dilakukan dengan mengklip sling ke harness, lalu menyelipkan HMS karabiner ke celah, menjepit lekukan tali seperti halnya ketika melakukan belaying. Bagian atas tak digunakan, dan HMS karabiner tak dicantolkan kepada rappeller. Dengan mengunci Antz, rappeller harus menarik Karabiner agar dapt melaju turun. Ini lebih membutuhkan usaha lebih.

Salewa Antz tak diperuntukkan untuk penggunaan tali ganda, walupun ada pemisah diantara pelat-pelatnya.



CAMP Yo-yo


Camp Yoyo sama seperti Salewa Antz atau Wild Country Single Rope Controller, sebuah lekukan (bight) tali diselipkan ke sisi kiri alat ini, dan sebuah krabiner HMS dicantolkan melewati celah dan lekukan (bight) tali tadi. Karabiner dipasang sewajarnya. Tali diatur dengan cara memutar Yo-yo horisontal. Ketika pemanjat terjatuh. Yo-yo berbalik arah, sehingga tali terjepit antara karabiner HMS dan pin penjepit. Ada kalanya, sepotong logam yang terletak kiri paling atas berupa celah bentuk V, yang beradu dengan tali, menambah ekstra friksi tali.


Mammut Smart


Seperti Salewa Antz dan Camp yo-yo, atau Wil Country Controller, sebuah lekukan tali diselipkan ke sisi kiri pada pengontrol tali, dan sebuah karabiner HMS diklip diantara celah dan lekukan tali tadi. Karabiner HMs dipasang seperti normalnya. Tali diatur dengan memutar alat ini horisontal. Ketika terjadi pemanjat terjatuh, Smart berputar ke atas , dan tali terjepit antara karabiner HMS dan logam terbawah. Belayer dapat mengatur tali dengan mengangkat tuas berwarna merah. Gerakan tarik menarik ini berbeda dengan gerakan yang cenderung menurun saat menggunakan Camp Yo-yo atau Wild Country Single Rope Controller, tapi keduanya dapat digunakan. Tuas (handle) yang panjang dari Smart membuat gerakan mengangkat lebih mudah.




Sirius TRE


Sirius mempuyai fungsi sebagai alat belay dan rappelling. Kerangka utamanya berbentuk subrektangular (seperti empat persegi panjang), dengan diameter celah 52 mm dan 13 mm. sebuah lubang untuk karabiner berbentuk seperti segitiga dengan 90 derajat pada satu bagian, dan dua horns (seperti tanduk) pada bagian lainnnya. Sebuah tuas utama yang ditutup plastik pada bagian akhir horn (tanduk). Sebuah penghalang (bar) berpegas berbentuk T terletak pada tuas. Ketika tuas dalam posisi lurus taau menegang, sebuah pengunci di bagian dalam mencegah tuas berputar tanpa menekan (bar) penghalang tadi.



Wild Counrty Single Rope Controller


Alat ini dipasang dengan menyelipkan sebuah tekukan/lekukan (bight) tali ke sisi kanan dalam alat ini, dan mengklip/mencantolkan karabiner HMS melewati celah dan bight tadi. Karabiner HMS dipasang secara normal. Tali diatur dengan memutar alat secara horizontal.. Ketika terjadi fall (pemanjat terjatuh) alat ini tertarik ke atas (lihat gambar di bawah), dan karabiner HMS bergeser ke samping, menghimpit tali diantara karabiner dan dua penjepit terbawah

Single Rope Controller menyerupai Camp Yo-yo, tapi tidak mempunyai celah berbentuk V yang menjadi kelebihan Yo-yo.

Pada seri terbarunya Controller lebih baik dengan kelebihan utamanya mempunyai celah yang lebih lebar. Ini jauh lebih mempermudah pengaturan tali.


Rabu, 03 Juni 2009

Kontruksi Sepatu Panjat

Macam-macam konstruksi sepatu


Konstruksi sepatu terdiri dari 2 macam board-lasted dan slip-lasted. Dari segi kecocokan dengan kaki yaitu terstruktur dan tidak terstruktur. Model ada 4 macam: Lace-up (baca: leis-ap) yaitu yang menggunakan tali, slipper atau slip-on, velcro dan ada pula yang zipper/ menggunakan ritsleting. Bahan bagian atas sepatu biasanya terbuat dari kulit tujuannya yaitu untuk kenyamanan setelah sepatu tsb sering dipakai. Bahan lain yang digunakan dan makin populer untuk bagian atas sepatu yaitu kulit palsu atau sintetis yang tidak akan terlalu melar dibandingkan dengan kulit asli.



Jenis Sol Karet


Kehadiran “Sticky Rubber” atau karet lengket pada sol sepatu merevolusi perkembangan olah raga Rock Climbing. Bahkan kehadiran sepatu panjat tebing dengan karet khusus ini dianggap curang oleh beberapa pemanjat tebing naturalis pada saat itu. Di tahun 1939 seorang pemanjat dari Itali bernama Vitale Bramani menciptakan karet baru untuk kegiatan manjat. Itulah sebabnya karet tsb dinamakan VIBRAM kependekan dari nama penciptanya. Setelah itu Pierre Alain (PA) dan Emil Bordenaulin (EB) menciptakan sepatu panjat tebing pertama di tahun 1940-an yang dikenal dengan nama EB yang sangat terkenal pada taun 1979. Jenis karet yang digunakan waktu itu sangat keras. Sepatu panjat tebing ini kemudian dilanjut populerkan oleh Boreal. Sejak itu sol karet yang lengket ini menjadi keharusan bagi setiap pemanjat tebing. Ada bebagai jenis karet yang digunakan pada sepatu panjat tebing. Umumnya setiap perusahaan pembuat sepatu mempunyai formulasi tersendiri dalam merancang campuran kimia karet sol sepatunya dan memberi nama istimewa untuk karet mereka seperti karet Vibram dari La Sportiva, Stealth c4 dan Stealth Onyx dari Five Ten , Gryptonite dari Montrail, FS-QUATTRO dari Boreal dan lain-lain. Meskipun bahan pembuatan karet dan nama sol sepatu yang berbeda, pada prinsipnya kesemua merek sepatu panjat tebing terkenal didunia enggak jauh berbeda dari segi kelengketan di tebing meskipun dari sisi keawetan jangka panjang dan kualitas pembuatan bisa dibilang beraneka ragam.



Cocok dan Pas, harus itu!


Cari seketat mungkin. Awalnya sakit enggak apa-apa dan kamu enggak bakalan rugi. Cara yang gampang untuk memilih ukuran ketat yaitu cari sepatu seketat- ketatnya tapi jangan sampe terasa sakit, sekali lagi benar-benar ketat. Setelah kamu dapat ukurannya misalnya 39 EURO, sepatu yang kamu beli ukurannya harus turun satu atau setengah angka yaitu 38 atau 38 1/2. Dengan ukuran yang lebih kecil ini kaki kamu bakal sakit tapi kalo udah dipake lama dan melar, bakal pas banget dan enggak kegedean. Just perfect! Ingat, waktu mau beli sepatu jangan lupa melepas kaos kakimu. Untuk sepatu yang high performance jari kaki harus menekuk dikit dan menyentuh bagian muka sepatu.

Stretch antara sintetis dan kulit. Kulit asli lebih disukai karena bakal lebih nyaman tapi teknologi kulit sintetis juga udah sangat canggih bikin kulit “palsu” tersebut lembut, enak dipake dan sangat kuat. Yang sintetis enggak bakalan melar banget ketimbang yang buatan kulit asli.

Eggak ada ukuran pasti diantara berbagai merek. Ada tiga jenis ukuran sepatu yaitu EURO (Eropa= 2 digit) , US (Amerika=1 digit) dan UK (Inggris=1 digit dan biasanya satu angka lebih rendah dari ukuran US). Pada kenyataannya walaupun angka ukurannya sama kalo merek sepatu berbeda maka ukuran sebenarnya juga berbeda, jadi kamu enggak beoleh membeli sepatu sekedar dari melihat angka ukuran. Kamu harus mencobanya langsung atau penyesalan bakal datang kemudian.

PembagianTehnik - tehnik Pemanjatan

Lead Climbing

Ada dua macam yaitu Sport Climbing dan Traditional (Trad) Climbing. Berbeda dengan toproping dimana tali pengaman terikat ke pemanjat dan mengulur ke karabiner di puncak tebing dan kembali ke bawah terikat pada belayer, pada lead climbing tali tidak menjulur ke jangkar pengaman di puncak tebing melainkan dari belayer langsung ke pemanjat. Pada saat pemanjat mulai memanjat si belayer mengulurkan tali, kemudian pada interval ketinggian tertentu (misalnya setiap 3 meter) pemanjat terus memasang alat pengaman, jika dia jatuh maka belayer akan mengunci tali pengaman dan pemanjat akan menggantung pada tali yang mengulur keatas ke alat pengaman terakhir yang dia pasang. Perbedaan dari Sport dan Trad Climbing yaitu dari rute pemanjatan.

Pada sport climbing rute yang dipanjat umumya dibolted artinya pada interval ketinggian tertentu ada besi berlubang (hanger) yang dipasang/ditempel (menggunakan mur dan juga kadang lem resin) pada dinding tebing. Pemanjat harus membawa beberapa quickdraws (sepasang karabiner yang terhubung dengan sling/tali nylon kuat). Si pemanjat mengklip satu karabiner di quickdraw tersebut pada bolt yang ada di dinding tebing dan kemudian mengklip tali pengaman pada karabiner yang lain.

Sedangkan pada Trad Climbing, dinding tebing benar-benar bersih dari bolts dan hangers, tidak ada pengaman buatan yang dipasang pada dinding. Biasanya dilakukan oleh dua orang. Si pemanjat harus membawa alat pengaman sendiri dan memasangnya pada saat memanjat. Ketika tali sudah hampir habis pemanjat pertama membuat stasiun belay untuk membelay pemanjat kedua. Pemanjat kedua yang sebelumnya membelay pemanjat pertama mulai memanjat tebing dan membersihkan (mengambil kembali) alat pengaman yang dipasang di dinding tebing oleh pemanjat pertama. Alat pengaman yang digunakan pada Trad Climbing ini bisa berupa friends/ cams, nuts, tricams, hexagon, bigbro dan lain lain. Peralatan ini mahal dan tidak bisa sedikit, kamu harus memiliki beberapa set yang terdiri dari berbagai ukuran untuk bisa memanjat rute dengan aman dan baik. Beberapa set ini kemudian biasa disebut RACK (baca: rak)

Toproping

Pemanjatan dengan tali pengaman yang bisa diibaratkan dengan tali timba disumur. Ember dianggap sebagai pemanjat, penimba dianggap sebagai pembelay sedangkan katrol dianggap sebagai jangkar pengaman (anchor) yang berada di puncak tebing. Pada saat pemanjat mulai memanjat tali yang mengambang/terulur (slack) ditarik oleh pembelay sehingga jika pemanjat jatuh dia tak akan jatuh ke tanah melainkan menggantung seperti ember timba yang menggantung di tengah sumur. Setelah pemanjat sampai dipuncak, pembelay mengendurkan-ngendurkan tali untuk menurunkan si pemanjat ke tanah.


Free Soloing
Yaitu kategori panjat tebing yang dilakukan sendirian (tanpa partner) pada tebing tinggi tanpa tali pengaman. Alat yang dipakai hanya sepasang sepatu panjat tebing dengan kantong berisi kapur. Jenis pemanjatan ini hanya dilakukan oleh profesional yang sudah bergelut lama dengan tebing. Pemanjat free solo yang bijak biasanya hanya memanjat rute yang sudah ia kenal dengan baik dan ia panjat berkali-kali dengan pengaman. Dia juga sudah tahu betul batas kemampuannya dan tidak pernah memanjat rute yang dianggapnya sulit. Kalaupun ia mentok ditengah jalan ia berani mundur dengan balik turun ke bawah dan bukannya nekat meneruskan pemanjatan ke puncak tebing. Dua free soloer yang sangat terkenal yaitu John Bachar (USA) dan Peter Croft (Canada).
Semua tipe pemanjatan diatas masuk kedalam golongan FREE CLIMBING artinya pada saat pemanjatan, pemanjat hanya menggunakan tangan dan kaki dan tebing panjat untuk naik keatas mencapai akhir rute panjat. Anda tidak diperbolehkan menarik tali quickdraws, menginjak bolts, menggantung pada tali pada saat memanjat. Golongan kedua yaitu AID CLIMBING. Aid artinya alat, dalam golongan ini tidak peduli bagaimana caranya, dengan berbagai macam alat, bahkan tangga yang terbuat dari tali tambang, anda bisa sampai ke puncak. Yang termasuk dalam kategori ini yaitu:
Big Wall yaitu pemanjatan yang biasanya dilakukan berhari-hari dengan melakukan kemping di tebing panjat. Para pemanjat membawa berbagai peralatan yang dapat mempermudah akses vertikal. Ini tipe panjat tebing yang paling banyak memerlukan alat, karena bukan saja alat panjat tetapi juga alat kemping dan lain-lain.

Tiga jenis panjat lain yaitu Ice Climbing (memanjat es), Mixed Climbing (memanjat campuran tebing batu dan es) dan Mountaineering/ Alpine Climbing (memanjat gunung-gunung tinggi melewati gunung salju, glasier dan puncak-puncak bukit)

Setiap pemanjat bisanya memulai karir panjat tebingnya dari bouldering, kemudian toproping untuk jangka waktu yang cukup sampai dia percaya diri untuk beranjak ke lead climbing. Ada kesan bahwa pemanjat belum benar-benar melakukan panjat tebing kalau levelnya belum sampai ke Lead Climbing. Benar atau tidak terserah kamu.