Selasa, 07 April 2009

Dasar - Dasar Panjat Tebing

Ada banyak hal yang penting ketika seseorang menjadikan panjat tebing sebuah hobby bahkan prestasi. Beberapa hal yang harus diketahui antara lain; Bentuk tebing, yaitu bagian tebing yang dilihat secara keseluruhan, mulai dasar sampai puncak. Bagian-bagian tebing antara lain:
Blank; bentuk tebing yang mempunyai sudut 90 derajat atau biasa disebut vertikal.
Overhang; bentuk tebing yang mempunyai sudut kemiringan antara 10-80 derajat.
Roof; bentuk tebing yang mempunyai sudut 0-180 derajat terletak menggantung.
Teras; bentuk tebing yang mempunyai sudut 0-180 derajat, terletak menjorok ke dalam tebing.
Top; bagian tebing paling atas yang merupakan tujuan akhir suatu pemanjatan.

Lalu ada soal permukaan tebing yang merupakan bagian dari tebing yang nantinya akan digunakan untuk berpegang dan berpijak dalam memanjat. Bagian ini dikategorikan menjadi tiga bagian yaitu:
- face ; permukaan tebing yang mempunyai tonjolan (ledges)
- slap/friction ; permukaan tebing yang tidak mempunyai tonjolan dan celah. Rata, dan mulus dan tak ada cacat batuan.
- fissure ; permukaan tebing yang berbentuk celah (crack) dari yang kecil sampai yang besar.

5 Komponen Dasar Panjat Tebing
Panjat tebing juga memerlukan tingkat fisik dan mental yang baik. Satu hal yang mungkin perlu diingat, bahwa dari satu sisi panjat tebing terlihatsebagai salah satu olahraga yang bersifat mental, karena menyelesaikan satu rute/problem anda harus membuat strategi penyelesain masalah dengan kombinasi tehnik yang baik, disisi lain karena posisi pemanjat yang menggantung dn arah gerak/posisi tubuh yang berlawanan dengan gaya gravitasi mereka perlu otot yang tidak lunak, yang ini bersifat fisik.
Komponen dasar dikategorikan dalam:
1. Komponen Fisik
Kekuatan
Kekuatan ini cakupannnya menyeluruh termasuk kekuatan tangan dan kaki (limp stregth) dan kekuatan tubuh (core strength), yaitu perut, dada, punggung dan pinggang.
Daya Tahan
Artinya kemampuan anda untuk memanjat rute yang panjang tanpa terlalu banyak berhenti/istirahat. tentunya ini sangat mendominasi para pemanjat multi pitch.
Kelenturan
Meskipun wanita pada umumnya tidak sekuat pria, namun ia amat menonjol dalam hal ini. Kelenturan akan menentukan apakah pemanjat dapat menyelesaikan satu rute tertentu atau tidak, jangan disepelekan. Selalu lakukan pemanasan kemudian melenturkan tubuh, sebelum memanjat. Kombinasi kelenturan dan kekuatan akan menjadikan alur gerak (fluidity) si pemanjat akan indah, mudah (padahal sulit) dan mengesankan.
2. Komponen Non Fisik
Mental dan Sikap
Keduanya harus positif. Keadaan mental akan menjelma menjadi sikap yang mempengaruhi keberhasilan suatu pemanjatan.
Tehnik
Jangkauannnya umum, bisa termasuk gabungan dari komponen fisik di atas. Tehnik-tehnik didapat dari proses belajar dan pengalaman yang tidak sebentar.

1 komentar:

puncak gunung lautan awan mengatakan...

wah kren tu artikelnya.
mkasih y info nya,skalian d copy k blog sya.